PMI Berangkatkan 8 Armada Udara Untuk Operasi Tanggap Darurat
Terkait dengan kendala distribusi bantuan ke area terpencil,
PMI berupaya untuk menembus semua rintangan dengan mengoperasikan 8 unit
transportasi udara berupa 7 unit helikopter dan 1 unit pesawat kargo komersial.
Pengoperasian helikopter ini merupakan kerjasama antara PMI dan Departemen Perhubungan (Dephub) bersama dengan berbagai maskapai penerbangan, yaitu Deraya, Pelita Air, Air Transport Service, Air Pacific, Eastindo, Gatari, dan Indika Energy. Helikopter ini akan digunakan untuk mendukung operasi tanggap darurat PMI di Sumatera Barat selama 2 minggu (14 hari) operasi, mulai 16 hingga 30 Oktober 2009.
Pada acara resmi pemberangkatan di Lanud Halim Perdanakusumah Jumat pagi tadi (16/10), Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti menyatakan, “Dari informasi yang kami peroleh, masih banyak derah terpencil yang belum dapat terjangkau bantuan. Diharapkan, helikopter-helikopter inilah yang mampu mencapai daerah-daerah terpencil ini. Dengan cara seperti ini kami juga berharap proses recovery untuk Sumatera Barat bisa lebih cepat.”
Seraya mengucap terima kasih kepada seluruh maskapai penerbangan yang terlibat pada operasi tanggap darurat bersama PMI, Herry juga menyampaikan dukungan dari beberapa pihak termasuk Pertamina dan Angkasapura yang telah membantu dengan program potongan harga sebesar 5% untuk bahan bakar pesawat dan helikopter serta diskon biaya parkir dilapangan udara Minangkau dan Tabing, Padang.
Menyambut semua uluran tangan ini, Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad mengucap, “Kepada semua pihak yang telah membantu operasi tanggap darurat ini, kami ucapkan terima kasih. Mari kita doakan semoga semuanya selamat sampai tujuan. PMI optimis, dengan sarana helikopter ini bantuan kemanusiaan untuk daerah-daerah yang terpencil dan terisolir bisa dijangkau dan bantuan lebih tepat sasaran dan lebih cepat sampai langsung ke tangan para korban gempa Sumatera.”
Sekitar pukul 9 pagi tadi, 3 unit helikopter dan 1 unit pesawat kargo komersial dari maskapai penerbangan Deraya, diberangkatkan dari Lanud Halim Perdana Kusumah. Diperkirakan, armada helicopter akan sampai di Lapangan Udara Minangkabau sekitar 5 jam kemudian.
Sedangkan pesawat kargo komersial yang mengakur beban 6 ton
ini, hanya butuh waktu dua jam untuk kemudian tiba di Minangkabau,
Jenis helikopter yang digunakan untuk distribusi bantuan ini adalah BAe ATP (2 unit), Puma SA-330 (1 unit), BO-105 (1 unit), Bell-407 (2 unit), Equirel (1 unit), dan BK 117 (1 unit). Beberapa orang pilot yang terlibat dalam 2 pekan operasi tanggap darurat PMI adalah Capt. Penerbang Sampoerno, Capt. Penerbang Adji Pantja, dan Capt. Penerbang Heru Susatyo.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat
menghubungi: Aswi Reksaningtyas, Kepala Divisi Komunikasi Hp. 087882962348,
Tlp. 021-799 2325, ext. 201. Posko PMI Daerah Sumatera Barat, Zulhendri Tlp.
075128718, Arif Ilmiawan, Penanggung Jawab Logistik Markas Pusat PMI Hp. 081332963060,
Djaelani Staf Posko Markas Pusat PMI Hp. 081384114454. E-mail. pmi@pmi.or.id
Sumber berita :
http://www.pmi.or.id/ina/news/?act=detail&p_id=270
