| PALANG MERAH INDONESIA | BATAM |
Rubrik : Berita Utama
PMI Bantu Desain Sanitasi Darurat Untuk 40 Ribu Pengungsi di Sind
2010-08-28 02:10:10 - by : admin

Setelah rampung
melakukan pendataan kebutuhan air bersih dan sanitasi darurat di Shikarpur,
Khaairpur, dan Sukkur di Provinsi Sind, Pakistan pada minggu lalu, kini PMI
terjun langsung dalam operasi bantuan fasilitas sanitasi darurat bagi para
korban bencana banjir di sana.



Berdasarkan data
laporan dari operasi respon darurat bencana yang dikeluarkan oleh Federasi
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC), menyatakan
bahwa instalasi air bersih dan sanitasi di Provinsi Sind rusak parah,
membutuhkan rehabilitasi secepatnya.



“Bahkan di
Khaairpur, kami menemukan ada satu pompa air bersih manual yang masih
beroperasi namun harus memenuhi kebutuhan 2.000 warga di sana. Ini tidak imbang
dengan kemampuan produksi air bersihnya yang sedikit sekali,” ujar Kaharuddin,
personil PMI spesialis assessment kebutuhan air bersih dan sanitasi darurat
yang menyampaikan situasi tersebut saat tugas pendataan lapangan ke Khaairpur
minggu lalu.



Disisi lain,
kebutuhan sanitasi darurat juga tak kalah penting. Kaharuddin yang akrab disapa
Al, kemudian diberangkatkan dari Markas Bulan Sabit Merah Pakistan di Islamabad
menuju Karachi ibukota Provinsi Sind, pada hari Minggu (22/8). Sejak Senin
siang kemarin (23/8), Al sudah melakukan aktifitas tugas kemanusiaannya di
Karachi.



“Tugas di Karachi
tidak hanya assessment tapi lebih cenderung technical support.
Saya diminta untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap alat sanitasi yang
disebut Mass Sanitation Modul (MSM). Dalam paket desain ini, terdapat kebutuhan
sanitasi darurat untuk 40 ribu pengungsi korban banjir Pakistan,” tutur Al
langsung dari Karachi, Provinsi Sind, Pakistan, saat dihubungi melalui jalur
telepon pada hari Senin siang kemarin (23/8).



Ia memaparkan, setelah diperiksa kelengkapannya, alat tersebut akan
langsung dikirimkan ke Lakarna, Shikarpur, dan Khaairpur di Provinsi
Sind.  Al akan menuju lokasi target untuk melakukan evaluasi ulang dan
rasionalisasi kondisi lokasi. Ia bersama-sama dengan tim
kerjanya akan membuat desain yang tepat untuk pembangunan sanitasi darurat di
sana. Setelah peralatan sanitasi darurat tersebut tiba di lokasi tujuan, ia pun
akan segera terlibat membantu dan memantau proses pembangunannya.



Al menceritakan, “Dijadwalkan penugasan di Karachi hanya beberapa hari
saja, setelah itu, secepatnya kami harus berangkat menuju tiga lokasi target
itu melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar 5-8 jam dari Karachi. Mungkin
seminggu ini, saya akan bertugas di Provinsi Sind.”



Ditargetkan dalam tahap pertama, fasilitas sanitasi darurat berupa toilet
untuk korban banjir Pakistan akan dibangun di tiga lokasi pengungsian di
Lakarna, Pakistan. Prosesnya akan dimulai Rabu esok (25/8) dan dibutuhkan waktu
4 hari  untuk menyelesaikannya.*





(Dok. Foto dari Kaharuddin, Kasi Pelayanan Sosial dan Kesehatan
Masyarakat PMI Kota Batam)



Untuk informasi lebih
lanjut, dapat menghubungi: Arifin Muh. Hadi, Kepala Divisi Penanggulangan
Bencana Markas Pusat PMI, Hp. 0811943952, Aswi Reksaningtyas, Kepala Divisi
Komunikasi dan Pencitraan Markas Pusat PMI, Hp. 0878829623348. Email: pmi@pmi.or.id
 



Sumber berita dari :



http://pmi.or.id/ina/news/?act=detail&p_id=524





| PALANG MERAH INDONESIA | BATAM | : http://pmibatam.org
Versi Online : http://pmibatam.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=102