| PALANG MERAH INDONESIA | BATAM |
Rubrik : Berita Utama
PMI dan WWF-Indonesia Sepakati Aksi Bersama Strategi Adaptasi Perubahan Iklim
2008-09-17 09:56:50 - by : admin
Press Release
Monday, September 08, 2008

PMI dan WWF-Indonesia Sepakati Aksi Bersama Strategi Adaptasi Perubahan Iklim

Kesepakatan bersama dalam lingkup kawasan Asia Pasifik yang dipelopori oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan WWF-Indonesia ini didukung oleh Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC/International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies) dan WWF regional Asia Pasifik.

Para praktisi kemanusiaan Palang Merah dan penggiat lingkungan WWF duduk bersama dalam lokakarya 3 hari (3 – 5 September 2008) bertema “Peningkatan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Strategi Manajemen dan Penurunan Risiko Bencana” untuk menyamakan persepsi atas konsep dan implementasi adaptasi, dan membangun dasar kerja strategis demi mengurangi risiko dampak perubahan iklim.

Turut memberikan masukan dalam diskusi adalah perwakilan Palang Merah negara-negara sahabat yang melakukan operasi kemanusiaan di Indonesia, Climate Centre RC/RC (Palang Merah/Bulan Sabit Merah), dan WWF-Nepal yang secara signifikan telah lebih dulu mengalami dampak perubahan iklim.

Berangkat dari kesepakatan tersebut, kedua organisasi ini membuat rekomendasi bersama berupa: (1) dokumen dampak perubahan iklim di kawasan Asia Pasifik, (2) rencana adaptasi untuk menurunkan risiko bencana terkait perubahan iklim dan agenda kerja bersama, dan (3) ajakan atau pernyataan dukungan kepada komunitas dunia dan para pembuat kebijakan untuk membuat kebijakan adaptasi perubahan iklim yang substantif dalam kerangka kerja negosiasi paska 2012.

Di Indonesia sendiri, dampak perubahan iklim telah terasa. Perubahan musim hujan dan bertambahnya angka bencana lingkungan adalah dua dari sekian indikator fenomena ini. Fakta ini dikonfirmasi oleh Iyang Sukandar, Sekjen PMI, yang menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang rentan terhadap bencana terkait perubahan iklim. “Secara geografis pun Indonesia rentan bencana. Apalagi ditambah perubahan iklim yang akan menambah frekuensi bencana. Tidak hanya mengancam dari sisi kerusakan lingkungan, tapi yang jelas mengancam nyawa manusia,” ungkapnya.

Sementara Bob McKerrow, Kepala Delegasi IFRC Indonesia, berpendapat senada dengan menambahkan bahwa yang paling penting sekarang adalah komitmen dari pihak-pihak yang peduli ini terhadap dampak perubahan iklim sehingga bisa bersama-sama menghadapinya.

“Jadi, menunggu bencana berikutnya bukan lah pilihan. Program adaptasi yang komprehensif untuk Indonesia sebagai negara kepulauan perlu menjadi prioritas,” tegas Fitrian Ardiansyah, Direktur Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia.

Ditambahkan oleh Ari Muhammad, Koordinator Nasional Adaptasi dan Kebijakan, Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia, “Program adaptasi ini harus mulai dimasukkan dalam kerangka kerja pengelolaan risiko bencana untuk memantau dan mengantisipasi risiko bencana yang lebih besar terhadap masyarakat dan lingkungan”.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Arifin Muh. Hadi, Kepala Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Tlp. 021-7992325, ext. 222 atau Aswi Reksaningtyas, Kepala Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI, Tlp. 021-7992325, ext. 221. Kontak Media: Aulia Arriani, Staf Hubungan Media Markas Pusat PMI, Hp. 0816 795 379, e-mail. pmi@palangmerah.org. Verena Puspawardani, Campaign Coordinator, Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia, Hp. 0818 897 383. e-mail. vpuspawardani@wwf.or.id. Ahmad Husein, Communications Coordinator IFRC Indonesia, Hp. 0812 1064 579. email. ahmad.husein@ifrc.org

Sumber Dari :
http://www.palangmerah.org/publikasi.asp?stat=ina&news_id=496
| PALANG MERAH INDONESIA | BATAM | : http://pmibatam.org
Versi Online : http://pmibatam.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=56