| PALANG MERAH INDONESIA | BATAM |
Rubrik : Berita Utama
South East Asian National Societies Strategy 2020 Review
2009-03-25 08:19:29 - by : admin
Press Release

Tuesday, March 24, 2009

South East Asian National Societies Strategy 2020 Review

Delegasi perwakilan dari Asia Tenggara bertemu dalam South East Asian National Societies Strategy 2020 Review pada 22-23 Maret 2009 di Jakarta. Pertemuan diselenggarakan untuk membicarakan langkah-langkah yang akan ditempuh oleh Perhimpunan Nasional dalam menjawab masalah perubahan iklim dan kesehatan yang melanda masyarakat rentan. Pertemuan diprakarsai oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau IFRC.

Pertemuan yang mengusung tema “Saving Lives, Changing Minds” ini dihadiri oleh 11 Perhimpunan Nasional se Asia Tenggara yaitu Bulan Sabit Merah Brunei Darussalam, Bulan Sabit Merah Malaysia, Palang Merah Kamboja, Palang Merah Laos, Palang Merah Myanmar, Palang Merah Filipina, Palang Merah Vietnam, Palang Merah Singapura, Palang Merah Thailand, Palang Merah Timor Leste, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad selaku tuan rumah menjelaskan pertemuan ini adalah untuk menguatkan jejaring di antara Perhimpunan Nasional untuk memberikan yang terbaik dalam tugas kemanusiaan. “Pertemuan ini tepat sekali karena bisa menguatkan kerjasama sekaligus jejaring di antara Perhimpunan Nasional untuk ke depan bisa melakukan tugas-tugas kemanusiaan dengan lebih baik lagi,” katanya.

Pertemuan juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal IFRC Mukesh Kapilla yang menegaskan berbagai tindakan yang telah dilakukan oleh Perhimpunan Nasional. Karena apa yang telah dilakukan adalah tolak ukur bagi setiap Perhimpunan Nasional untuk meningkatkan kapasitasnya.

Pertemuan menekankan kembali tentang isu yang tengah menjadi tujuan IFRC dalam melakukan tugas kemanusiaan, yaitu perubahan iklim dan masalah kesehatan. Dikhawatirkan perubahan iklim yang begitu ekstrem dapat menghilangnya beberapa negara dari permukaan bumi. IFRC juga menekankan persoalan di bidang kesehatan, terutama yang melanda masyarakat rentan, dan meminta Perhimpunan Nasional untuk dapat lebih memperhatikan mewabahnya berbagai penyakit yang masuk dalam kategori bencana, seperti HIV & AIDS.

Pertemuan ini nantinya akan merumuskan konsep serta kebijakan untuk menetukan langkah dan strategi di bidang kemanusiaan Perhimpunan Nasional se Asia Tenggara selama 10 tahun ke depan (2010-2020).

Di sela-sela pertemuan dilakukan dua penandatanganan memorandum of understanding (MOU) dalam masalah penanganan bencana. Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad dan Ketua BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Syamsul Maarif menandatangani MOU selama 5 tahun (2009-2014) mengenai kerjasama di bidang pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Penandatangan kedua dilakukan PMI dengan ADPC (Asian Disaster Prepadness Center) untuk pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) di Indonesia. Penandatangan diwakili oleh Sekretaris Jendral PMI Iyang D. Sukandar dan Jaiganesh Murugesan selalu perwakilan ADPC.

Beberapa waktu lalu juga dilangsungkan penandatangan MOU antara PMI dan ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) bertempat di Wisma Harapan Kita Bidakara antara Sekretaris Jendral PMI, Iyang D. Sukandar dengan Sekretaris Jendral ORARI, Suryo Susilo.

Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Arifin Muh. Hadi, Kepala Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Tlp. 021-799 23 25, ext. 222 atau Ahmad Djaelani, Staf Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Tlp. 021-799 2325, ext. 202. Kontak Media: Anggun Permana Sidiq, Hp. 0856 97777 313.

Sumber :
http://www.palangmerah.org/publikasi.asp?stat=ina&id=550
| PALANG MERAH INDONESIA | BATAM | : http://pmibatam.org
Versi Online : http://pmibatam.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=63